Minggu, 10 Juni 2012

Petir Yang Menyambar Hati

Aku masih duduk didepan komputer, memandang monitornya yang membuat kepala pusing dan mataku bertambah minus. Entah apa yang ada dipikiran ku. Kemaren aku mendapatkan sesuatu yang luar biasa (kalau tidak boleh dikatakan Alhamdulillah.. luar biasa... Dahsyat...).Sesuatu dalam benakku masih terus membuat otakku tak bisa berhenti menayangkan semua ingatan-ingatan dimasa lalu.
Kemudian dengan gemuruh didada, muncul pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab dengan ucap dan suaraku.....
Apa yang telah aku perbuat pada diriku sendiri ?
Apa yang telah aku perbuat kepada orang tuaku ?
Apa yang telah aku perbuat kepada istriku ?
Apa yang telah aku perbuat kepada anakku ?
Tuhan ku, Allah Yang Maha Besar.... Apa yang telah aku perbuat....????



Maafkan aku Ya Allah..
Aku telah mengingkari semua nikmat yang Engkau berikan
Aku telah mendustakan semua nikmat yang Engkau berikan
Aku telah menyiakan semua nikmat yang Engkau berikan
Aku tidak pernah melakukan perintah yang Engkau berikan
Maafkan aku Papah.. Mamah... Bapak... Ibu...
Aku terlalu sering mengumpat kalian
Aku terlalu sering merepotkan kalian
Aku terlalu sering membuat kalian menangis
Aku terlalu sering membuat kalian kecewa
Aku belum bisa menjadi seperti apa yang kalian harapkan
Maafkan aku Istriku..
Aku belum bisa membahagiakanmu
Aku belum bisa menjadi imam yang baik untukmu
Aku belum bisa menjadi ayah yang baik untuk anakmu
Aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu
Maafkan aku anakku...
Ayah belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu....

Maafkan aku.....
............................
.............................
.............................
Seminggu berada di sebuah kota yang sangat berarti bagiku. Kota yang menempaku menjadi manusia yang berbeda. Yang (pada saat itu) sangat hebat, percaya diri, pantang menyerah. Namun, ternyata apa yang kudapat bertahun yang lalu di kota ini, tidak ada seujung kuku nya dari apa yang telah aku dapatkan minggu kemarin, yang hanya satu minggu saja. Semua yang aku yakini runtuh... semua prinsip hidupku runtuh.. semua yang kudapatkan dari pengalamanku runtuh... AKU BUKAN SIAPA-SIAPA...
Terima kasih pada Bapak Deddy Andriyanto, Ibu Nita, Ibu Umi, Ibu Ninik, Ibu Yuma, Ibu Ina, Bpk Tarom, Bpk Fathur, Ibu Eka, Ibu Sofi, Ibu Terry dan tentu saja terima kasih kepada yang belum disebutkan, di iringi permintaan maaf yang sebesar-besarnya (hanya itu yang saya ingat). Terima kasih kepada Pak Aris, bimbinganmu kemaren menampar hatiku yang membatu.
Dan terima kasih Ya Allah, Segala puji hanya untuk Engkau, Maha Suci Engkau, karena telah mempertemukan aku dengan orang-orang hebat seperti mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar